Berita

Belum Ada Pengajuan Izin Keramaian Perayaan Tahun Baru 2023 di Kabupaten Pati

PATI – Hingga kini, Polresta Pati belum menerima permohonan izin keramaian terkait perayaan malam tahun baru 2023.

Dengan demikian, kemungkinan pada malam tahun baru 2023 mendatang di Pati tidak ada acara besar untuk menyambut pergantian tahun.

“Sampai hari ini di Polres belum ada pengajuan izin keramaian terkait malam tahun baru. Sedangkan dalam PP nomor 60 tahun 2017, pengajuan permohonan izin keramaian paling lambat 14 hari sebelum pelaksanaan kegiatan,” kata Kabag Ops Polresta Pati, Kompol Sugino, dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis (22/12/2022).

Sugino mengatakan, dengan kondisi ini, seharusnya pada malam tahun baru nanti tidak ada keramaian yang besar di Pati.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menyampaikan gagasan agar kompleks Stadion Joyokusumo ditutup sementara selama momen malam tahun baru. Terlebih karena kondisinya gelap dan dikhawatirkan menimbulkan kerawanan tertentu.

Sugino menyampaikan hal serupa.

Menurutnya, jika tidak ada pihak yang mengorganisir kegiatan keramaian, sebaiknya disepakati bersama kompleks stadion ditutup sementara.

“Karena kalau ada keramaian yang tidak terorganisir, nanti justru menimbulkan kerawanan tersendiri. Tapi kalau ada event organizer yang berencana mengadakan kegiatan di stadion, mungkin bisa dipertimbangkan. Tapi yang jelas kalau di Peraturan Pemerintah (nomor 60 tahun 2017), sudah tidak bisa (menggelar kegiatan keramaian) karena maksimal 14 hari sebelum pelaksanaan harus mengajukan permohonan izin,” kata Sugino.

Ia berharap, pada momen Tahun Baru 2023 mendatang tidak ada keramaian yang berpotensi menimbulkan kerawanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk diketahui, dalam forum Rakor Ekuinda tersebut, sebelum Kabag Ops Polresta Pati menyampaikan paparan, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro memberi gagasan untuk mengadakan acara. Car-Free Night di kompleks Alun-Alun Pati saat malam tahun baru.

“Kalau mau terapkan car free night di alun-alun malah bagus. Misalnya ada panggung kesenian siapa yang mau tampil, mau joget di situ silakan. Bisa juga lagu nostalgia. Tidak akan ada yang berantem kalau lagu nostalgia,” kata Henggar.

Ia juga menyampaikan gagasan untuk mempersilakan seandainya PCNU atau Ansor hendak menggelar acara shalawatan di depan Masjid Agung.

“Kalau itu ada Car-Free Night bisa membantu UMKM juga karena semua orang pasti berkumpul dan dagangan mereka laris dibeli,” ucap dia.

Namun demikian, Henggar menegaskan bahwa untuk menggelar acara tertentu perlu komunikasi yang matang dahulu dengan pihak kepolisian.

“Bisa komunikasi dulu dengan Polresta, daripada nanti menimbulkan suatu permasalahan jika kita laksanakan itu,” tandas dia.

#Polres Pati

Related Posts

1 of 6,682