September 30, 2022
Jawa Tengah
Berita Jelajah

Bhabinkamtibmas Bersama Puskeswan Wonosalam Laksanakan Pengecekan Ke Peternakan Desa Botorejo

Demak – Polsek Wonosalam melalui bhabinkamtibmas bersama puskeswan wonosalam turun tangan mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pengecekan kali ini dilaksanakan bhabinkamtibmas Aipda Tri Endarsto S.H yang menjabat sebagai bhabinkamtibmas desa Botorejo kec. Wonosalam ke peternakan warga yang ada di desa Botorejo. Kamis, 02 Juni 2022.

Bhabinkamtibmas Botorejo Aipda Tri Endarsto SH mengatakan pengawasan dilakukan di seluruh titik sentra hewan ternak mulai dari peternakan, rumah potong hewan hingga di area penjualan.

“Fokus ke seluruhnya, baik di peternak, penyaluranya termasuk pengangkutanya dicek,” kata Tri.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan istansi terkait dalam hal ini dinas peternakan yang diwakili oleh petugas dari Puskeswan wonosalam dalam hal pengawasan lalulintas atau transmisi hewan. Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

“Soal transmisi antar wilayah, kami tentu minta Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengawasi jalur keluar – masuk suplai hewan. “, ujar Tri.

Tri menyebut, meski secara teori belum ada risiko penularan terhadap manusia. Namun ia tetap meminta wabah penyakit ini tetap diantisipasi. Apalagi, beberapa bulan ke depan akan ada momentum Idul Adha yang memang tingkat konsumsi daging ternak juga akan meningkat.

“Meskipun secara teori dia tidak menular ke manusia, tapi kan kalau kita makan mungkin saja ada pengaruh yang kita juga enggak tahu. Jadi tentunya kita juga sangat berhati-hati dan waspada,” ucapnya.

Hingga kini berdasarkan informasi dari petugas Puskeswan memastikan belum ada laporan penularan wabah PMK di wilayah kec. Wonosalam Kab Demak. Namun demikian, ia tetap meminta masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan hewan ternak yang terserang penyakit tersebut.

“Kami harapkan masyarakat segera melaporkan. Kalau ada yang mengetahui ternaknya mengalami ciri2 seperti suhu tinggi(dipegang pangkal telinga), mulut berlendir, hidung melepuh, lidah menjulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada kaki yang berbatasan dengan kuku/luka pada celah kuku/kuku bisa lepas, dan nafas cepat. Klo ada jangan dikonsumsi ya intinya. Kita awasi penyebarannya supaya enggak masuk sampai ke wilayah Wonosalam,” imbuh Tri.

“Kepada masyarakat maupun peternak harap selalu waspada dan tidak lupa menyemprot disenfektan pada kandang dan seputaran ternak, hal itu dilaksanakan guna mengantisipasi apabila ada virus yang berada di seputar ternak, mengingat saat ini wilayah kab. Demak sudah ditemukan kasut PMK ini”,pungkas Tri.