Desember 4, 2022
Jawa Tengah
Berita Headlines

Branding Pemasaran Desa Wisata, Pokdarwis Demak Pelatihan Digitalisasi

DEMAK – Dinas Pariwisata Kabupaten Demak mengadakan pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay/pondok wisata, kuliner, souvenir, dan fotografi bagi para pelaku wisata, Jumat (4/10/2022)

Pelatihan ditujukan pada para pelaku wisata untuk mempromosikan desa wisata masing-masing yang ada di Kabupaten Demak. Seperti diketahui Kabupaten Demak memiliki 12 Desa Wisata yang tersebar di beberapa kecamatan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahyarini yang juga turut memberikan materi branding mengatakan, berdasarkan informasi APJII 2017. Rata-rata manusia menggunakan waktunya untuk aktivitas internet 8 jam 51 menit. 40% di antaranya untuk berbelanja barang dan jasa online.

Hal itulah yang kemudian menjadi peluang pasar pariwisata atau pelayanan dan promosi wisata digital, mengingat 90 juta penduduk Indonesia berusia milenial (kelahiran 1981 – 1995)

Endah mencontohkan, di masing-masing desa wisata terdapat potensi wisata, budaya, kuliner dan ekonomi kreatif. Seperti halnya kuliner rujak pedo di Morodemak, wisata sumur gandeng di Desa Wisata Bermi.

“Potensi itulah yang menjadi tugas panjenengan untuk membandingkan, memperkenalkan, dipromosikan melalui digital atau sosial media supaya orang tertarik untuk datang,” katanya.

“Jadi tugas panjenengan di sini tidak hanya untuk belajar membranding prodak panjenengan sendiri,  bagi yang sudah punya prodak. Tapi tugasnya adalah membaranding desanya di tempat tinggal masing-masing,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Plt Kadinas Wisata Demak juga memperkenalkan aplikasi kepariwisataan Sipartali kepada puluhan peserta yang hadir, nantinya aplikasi bisa dimanfaatkan desa wisata untuk sarana branding dan informasi.

Sementara itu, jurnalis Jatengnews.id Nur Zaidi turut memberikan materi teknik dan komposisi dasar pengambilan gambar yang nantinya bisa berguna bagi pelaku wisata untuk mempromosikan produk dan potensi wisata yang ada di desa masing-masing.

Komposisi fotografi di antaranya, framing, prespektif, golden shape, fill the frame, rule of third dan lain-lain.

“Kamera profesional maupun kamera handphone sama-sama alat mengambil gambar, yang perlu diperhatikan adalah komposisi foto. Ini perlu diperhatikan agar menghasilkan gambar yang menarik,” katanya.