Jakarta – Banjir di wilayah Demak hingga Kudus, Jawa Tengah (Jateng) tengah menjadi sorotan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun buka suara dan mengatakan telah memberikan instruksi kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk segera melakukan penanganan.
Banjir parah di dua wilayah tersebut disinyalir akibat adanya tanggul yang jebol. Jokowi mengatakan tanggul yang jebol itu sudah diperbaiki.

“Tadi saya tanya ke Pak Menteri PU yang jebol sudah dikerjain. Ya kita harapkan dalam malam ini atau besok sudah bisa nutup. Memang airnya melimpah sangat besar sekali,” kata Jokowi usai menonton laga pertandingan Indonesia vs Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Selain itu, Jokowi juga sudah memerintahkan BNPB untuk menangani korban terdampak. Jokowi memastikan pemerintah sudah bergerak melakukan penanganan.”Saya rasa BNPB sudah masuk ke sana, sudah saya perintah. Waktu yang pertama kementerian PU juga langsung detik itu juga mengerjakan selama 3 hari penuh,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan banjir di Demak terjadi karena intensitas hujan yang sangat ekstrem sehingga mengakibatkan tanggul jebol. Jokowi mengatakan penutupan tanggul sudah dilakukan.

“Ya ini memang hujannya sangat ekstrem, karena hujan ekstrem itu 150 milimeter, yang di sini sudah 238 milimeter. Sangat ekstrem sekali, sehingga tanggul yang ada tidak muat dan menggerus dan jebol tanggulnya,” kata Jokowi dalam keterangan persnya di YouTuber Sekretariat Presiden, Jumat (22/3/2024).

Upaya Modifikasi Cuaca
Jokowi mengatakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) juga sudah dilakukan untuk mencegah hujan ekstrem. TMC itu bertujuan untuk menggeser hujan ke arah laut.

“Dan kita harapkan yang kedua awan di atas juga telah dilakukan TMC sehingga bisa digeser ke arah laut. Ini juga akan sangat mengurangi hujan yang ada di Kabupaten Demak dan sekitarnya,” ucapnya.

Selain itu, upaya pemompaan juga masih terus dilakukan. Jokowi memastikan seluruh pihak terkait bergerak melakukan penanganan banjir.

“Dan yang ketiga juga yang berkaitan dengan yang sudah, ini sudah turun dari 2 meter. Tadi mendapatkan laporan hampir semuanya sudah setengah meter, 50 cm. Tapi, apa pun itu, tetep mengganggu aktivitas warga sehingga yang ketiga nanti akan lakukan pemompaan,” ujarnya.

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Jawa Tengah, Jateng, AKBP Sigit, AKBP Suryadi, AKBP Erick Budi Santoso, Iptu Mohammad Bimo Seno, Kompol Joko Lelono, AKBP Hary Ardianto, AKBP Bronto Budiyono