Desember 4, 2022
Jawa Tengah
Berita Jelajah

Disdik Salatiga Gelar FGD Merdeka Belajar

 SALATIGA – Dinas Pendidikan (Disdik) Salatiga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Mini Teater Gedung DPRD Salatiga, Senin (21/11/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Salatiga, Nunuk Dartini mengatakan kegiatan FGD ini sebagai sarana menyampaikan kebijakan program merdeka belajar merdeka. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari semua lini termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan program sekolah merdeka belajar.

“FGD untuk mengetahui perkembangan implementasi program merdeka belajar khususnya di Kota Salatiga,” kata Nunuk Dartini.

Kegiatan FGD kali ini diikuti Dewan Pendidikan Kota Salatiga, OPD terkait, camat, Kepala Sekolah Penggerak angkatan 2 dan perwakilan angkatan 3, Komunitas Belajar, Komunitas Praktisi, Fasilitator PSP, Co Captain belajar id, dan pengawas TK, SD, dan SMP.

Selain Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Nunuk Dartini, hadir sebagai pemateri, Kepala Balai Besar Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, dan Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Tengah, Nico Arif Murdika.

Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit mengungkapkan pentingnya pemangku kepentingan membuka pikiran terkait program merdeka belajar. Sekarang masa transisi terlebih para pengajar, kepala sekolah, termasuk DPRD.

Menurutnya, saat ini kita semua masih berpikir romantisme dulu, seharusnya yang merdeka belajar dari guru dulu, tapi kondisi sangat cepat berubah sehingga siswa lebih dulu mengetahui informasi daripada guru. “Sumber belajar bukan satu-satunya dari guru, anak bisa lebih tahu dari sumber manapun, ini yang harus kita perhatikan dalam menghadapi merdeka belajar,” tandas Dance Ishak Palit.

Ia mencontohkan, dulu orang tua dan guru berpesan agar belajar setinggi langit kemudian bekerja, tapi sekarang anak kecil bisa mendapatkan uang puluhan juta.

Sedangkan Pj Walikota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi berharap ada inovasi terkait program belajar merdeka dari OPD terkait. “Efektivitas belajar hanya 4 jam, jadi saya tidak sepakat jika semua tanggung jawab mendidik anak dilimpahkan kepada guru seratus persen. Butuh keterlibatan orang tua dalam mendidik anak agar tujuan bisa tercapai,” tandas Sinoeng.