Oktober 7, 2022
Jawa Tengah
Berita Jelajah

Jalur Penghubung Pejawaran Banjarnegara Putus Diterjang Longsor

BANJARNEGARA – Pergerakan tanah ini menyebabkan akses utama masyarakat Desa Darmayasa, Kecamatan Pejawaran menuju Banjarnegara tepatnya di sebelah selatan Nojog, terputus total.

Pergerakan tanah tersebut, menyeret aspal jalan hingga tak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pergerakan tanah yang terjadi pada akses penghubung antar Kecamatan dan akses ekonomi warga tersebut tak pelak menimbulkan dampak yang signivikan.

Kondisi ini menyebabkan akses ekonomi masyarakat tersendat, terlebih desa dengan ketinggian 1.065 mdpl ini, merupakan desa penghasil cabai di wilayah Kecamatan Pejawaran.

Longsor akibat wilayah tersebut diguyur hujan deras dan luapan sungai, pergerakan tanah yang terus terjadi ditambah tingginya curah hujan selama tiga hari membuat warga harus memutar.

Pergerakan tanah hingga saat ini masih terus terjadi dan sudah separuh badan jalan mengalami longsor dan amblas.

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan, amblasnya tanah mencapai kedalaman lima meter, sementara retakan tanah di area jalan terjadi memanjang hingga lebih dari 15 meter.

“Akibat kondisi jalan yang terus longsor, kendaraan besar dan truk bermuatan terpaksa harus memutar sejauh enam kilometer,” ujarnya.

Pergerakan tanah ini, juga mengancam jembatan yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi longsor.

“Untuk sementara, warga bersama relawan gabungan memasang rambu darurat agar tidak ada kendaraan yang masuk jalur tersebut,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari BPBD Banjarnegara menyebutkan, sebanyak 75 persen wilayah di Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah rawan terjadinya pergerakan tanah dan longsor.