November 27, 2022
Jawa Tengah
Berita

Jelang Pilkades, Pemkab Demak hingga Polres dan Kodim Petakan Desa Rawan Konflik

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak bersama Polres dan Kodim 0716/Demak, melakukan pemetaan desa rawan konflik, menjelang pilkades serentak 16 Oktober 2022.

Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya konflik, pihaknya sudah menyiapkan posko keamanan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Polres dan Kodim Demak.

Dari hasil pemetaan, terdapat 11 desa di 8 Kecamatan yang dinilai sangat rawan konflik dan perlu diwaspadai.

Wilayah rawan konflik tersebut, ada di Kecamatan Gajah, Karangtengah, Guntur, Bonang, Demak Kota, Karanganyar, Wonosalam dan Kecamatan Karangawen.

Eisti’anah mengatakan pemetaan tersebut pemetaan tersebut agar pengawasan lebih fokus. Adapun daerah lain yang tak masuk pemetaan, tetap tidak akan disepelekan.

“Diharapkan dengan pemetaan desa, bisa mengantisipasi permasalahan yang muncul akibat Pilkades serentak,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.

Komandan Komando Distrik Militer 0716 Demak, Letkol Czi Pribadi Setya Pratomo, mengatakan untuk saat ini suasana sudah terdapat peningkatan suhu politik, menjelang pilkades.

Dia memperkirakan suhu politik itu akan mencapai puncaknya, setelah setelah pencoblosan.

Karena itu petugas di lapangan harus dapat mempertimbangkan skala prioritas, apakah benar-benar membutuhkan bantuan atau tidak.

“Karena back up kami dari Kodim terbatas, sehingga kami bisa minta bantuan dari luar misal dari satuan Brimob,” kata Dandim.