Sukoharjo – Kasus penemuan jenazah wanita terbungkus plastik di parit dekat makam Mawar Dukuh Gagan, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, masih menjadi misteri. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan pasti perihal kasus tersebut, baik dari identitas, barang bukti, hingga penyebab kematian.

Belakangan ini, identitas jenazah yang ditemukan diketahui berinisial S (22) warga Dusun Dlingin Lor, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Kabar itu juga sudah dibenarkan oleh pihak keluarga.

Kasus yang menjadi perhatian publik masih terlihat samar-samar. Opini liar bermunculan, baik dari penyebab kematian korban, hingga sempat beredar gambar pria yang diduga pelaku.

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, masih irit bicara perihal kasus itu. Ia selalu menjawab jika kasusnya masih dalam penyelidikan saat dimintai konfirmasi awak media.

“Maaf mas masih lidik,” Jawab sigit, saat dimintai konfirmasi detikJateng terkait adanya pelaku yang sudah diamankan, Rabu (17/4/2024).

Media mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Stefanus Satake Bayu, untuk mencari tahu informasi terkait penemuan jenazah wanita terbungkus plastik tersebut. Dia mengatakan, kasus itu akan dirilis oleh Polres Sukoharjo.

“Rencana mau dirilis, tapi belum tahu kapan. (Apakah ada pelaku yang diamankan?) Kalau itu saya belum ini ya. Kalau kemarin saya bilang, pak Kapolres biar lebih jelas segera dirilis saja, misalnya penyebabnya, lalu hasil lidiknya seperti apa biar media bisa memberikan informasi ke masyarakat,” kata Satake.

Diberitakan sebelumnya, ayah korban, Sarno (55) mencurigai dua teman pria putrinya. Mereka adalah mereka berinisial D dan S. Namun kecurigaan itu, belum mendapatkan titik terang.

“Yang D melarikan diri. S katanya sempat melihat di situ (TKP), lalu ditangkap di situ,” kata Sarno saat ditemui awak media di rumahnya, Selasa (16/4/2024).

Jasad S ditemukan pada Minggu (14/4) pagi. Dia menyebut, putrinya meninggal secara tidak wajar. Ia menduga korban menjadi korban perampokan, dan meninggal karena dibunuh.

“Itu (dijerat) pakai tali sabuk silat. Saya ada fotonya, (sabuknya) warna hitam ini,” jelasnya.

“Kaitannya itu, perampokan. Motor Beat, handphone, uangnya hilang. Uangnya berapa saya tidak tahu, ada kartu ATM atau tidak saya juga tidak tahu,” imbuhnya.

Saat ini, pihak keluar tengah menunggu kabar dari pihak kepolisian. Sebab, Sarno meyakini putrinya meninggal secara tidak wajar. Ditambah, barang berharga korban seperti motor, handphone, dan uang raib.

“Harapannya tetap lanjut. (Pelaku) supaya dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

sumber : detikjateng

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Jawa Tengah, Jateng, AKBP Sigit, AKBP Suryadi, AKBP Erick Budi Santoso, Iptu Mohammad Bimo Seno, Kompol Joko Lelono, AKBP Hary Ardianto, AKBP Bronto Budiyono