November 27, 2022
Jawa Tengah
Berita Jelajah

Ketua Bawaslu Demak Minta Panwaslucam Jaga Kepercayaan Publik

DEMAK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar kegiatan fasilitasi penyelenggaraan pemilu

“Penanganan Pelanggaran dan Verifikasi Faktual di Reinz Cafe and Resto, Senin (21/11/2022). Acara tersebut diikuti 42 panitia pengawas pemilu kecamatan (panwaslucam) dengan narasumber Dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang Edi Pranoto dan Adi Setiawan dari Kejari Demak.

Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh menekankan pengawas pemilu harus menjaga kepercayaan publik. Selama ini, kata dia, peserta pemilu, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, perhatian dan kepercayaannya sangat baik kepada Bawaslu Demak.

“Ini (kepercayaan publik) harus terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Khoirul.

Menurutnya, penyelenggaraan Pemilu 2024 bisa menjadi yang cukup rumit. Dia mencontohkan jika di pemilihan presiden (pilpres) hanya ada dua pasangan calon maka itu artinya antara jadi dan tidak.

Karenanya, lanjut Khoirul, kedua pasangan calon akan berusaha semaksimal mungkin menggunakan berbagai cara untuk memenangkan kontestasi sehingga potensi pelanggaran akan cukup tinggi.

Dia menjelaskan jika pasangan calon di Pilpres 2024 lebih dari 2 maka kemungkinan kontestasi di putaran kedua akan digelar pada 26 Juni 2024.

“Itu tentu bebarengan dengan kegiatan pilkada untuk pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, sehinga pengawasan akan padat sekali,” ujarnya.

Khoirul berharap dengan bekal yang diberikan kepada panwaslucam bisa menjadi pegangan untuk mencegah dan menindak pelanggaran di Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024.

“Prinsipnya yang pertama, Bawaslu melakukan pencegahan, tetapi tetap ramah di dalam kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan tegas dalam melakukan penindakan,” ujarnya.