September 27, 2022
Jawa Tengah
Berita Current Issue Headlines Indepth Jelajah Wawancara

Lockdown Pasar Hewan Banjarnegara! 14 Hari Kedepan

BANJARNEGARA – Seluruh Pasar hewan yang ada di Banjarnegara akan ditutup sementara atau lockdown selama 14 hari ke depan, terhitung mulai Hari Senin, 16 Mei 2022.

Dengan melihat perkembangan outbreak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kebijakan penutupan sementara ini, nanti di evaluasi kembali.

Peternak fokus “ngarit” (mencari rumput) selama pemberlakuan penutupan sementara pasar hewan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun banjarnegaraku.com menyebutkan bahwa seluruh pasar hewan yang ada di Banjarnegara lockdown atau ditutup sementara selama 14 hari kedepan.

Berikut informasi selengkapnya yang beredar luas melalui media sosial pesan grup whatapps.

“Assalamualaikum, selamat siang untuk seluruh petugas peternakan, Diberitahukan bahwa : Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh Plh. Bupati Banjarnegara.

Hari Sabtu, 14 Mei 2022 pukul 11.00 WIB dihadiri oleh Sekretaris daerah, Kabag Op Polres Banjarnegara, Pasiter Kodim 0704 Banjarnegara, Kepala Dinas Pertanian perikanan dan Jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala dinas Indagkop, Kepala Satpol PP, Kabag Umum.

Hasil rapat antara lain mulai hari Senin, 16 Mei 2022 seluruh pasar hewan untuk ditutup Sementara selama 14 hari, dengan melihat perkembangan outbreak PMK nanti di evaluasi Kembali.

Mohon untuk petugas pasar menyampaikan kepada seluruh pedagang ternak di wilayahnya. Terima kasih atas kerjasamanya.

“Nggih Pak, seluruh pasar hewan untuk sementara ditutup selama 14 hari mulai Hari Senin, 16 Mei 2022,” ungkap Totok Setya Winarna, S.Pi, Kepala Dintankanak KP Kabupaten Banjarnegara melalui drh Rumadi Anton, Fungsional Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara saat dikonfirmasi banjarnegaraku.com melalui pesan whatapps, Minggu 15 Mei 2022.

Menurutnya, ada pembatasan lalu lintas ternak. Untuk sementara ternak dikarantina dikandangnya sendiri-sendiri.

“Yang terpenting, kayak penanganan Covid-19 pada manusia, lockdown dulu ternaknya,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, selain dengan pembatasan lalu lintas ternak, juga tidak memasukkan ternak baru.

“Peternak jangan saling mengunjungi kandang,” katanya.

Ada sejumlah ternak yang rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yaitu ternak berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi

“Segera melaporkan ke petugas apabila ternaknya terdapat gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Medik Veteriner Puskeswan Kecamatan Susukan, Banjarnegara, M. Syukur Fauzi, menyatakan bahwa hewan ternak agar dijaga, jangan di keluarkan.

Selain itu, jangan memasukkan hewan baru ke kandang.

Penularan penyakit PMK pada ternak sapi dapat juga melalui perantara, baik manusia maupun ternak sapi itu sendiri.

“Lockdown kandang. Tidak usah kemana-mana. Fokus ” ngarit” (mencari rumput) saja,”.