Desember 4, 2022
Jawa Tengah
Berita

Ojek Perahu Transportasi Utama Warga Dukuh Timbulsloko Demak, Hasilnya untuk Bangun Akses Jalan

DEMAK – Ojek perahu menjadi satu-satunya transportasi warga Dukuh Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, bila ingin berpergian keluar daerahnya.

Diketahui bahwa akses keluar masuk Dukuh Timbulsloko sudah terputus oleh genang air rob.

Sebab itu, ojek perahu jadi solusi dukuh yang memiliki sekiranya 130 kepala keluarga dengan 280an jiwa yang ada.

Satu diantaranya warga Dusun Timbulsloko menggunakan ojek perahu yaitu Bahrun menyampaikan hampir setiap hari menggunakan ojek perahu untuk bisa berangkat ataupun pulang kerja.

“Ini berangkat kerja di semarang mau pulang, rencana naik perahu,” kata Bahrun, Minggu (9/10/2022).

Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.
Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu. 

Ia mengatakan untuk bisa naik perahu dirinya harus menyiapkan uang Rp 10 ribu setiap harinya.

“Jalan banjir naik perahu sekali naik 5 ribu, kalau punya duwit murah kalau enggak punya duwit mahal,” ujarnya.

Bahrun pun tak punya pilihan lagi bila tak naik ojek perahu pun tidak bisa berangkat kerja karena jalan tergenang air rob.

Rutinitasnya, usai menaiki ojek perahu dirinya mengambil motornya yang dititipkan kepada warga Dukuh Dempet Desa Tugu.

Hampir rata-rata masyarakat Dukuh Timbulsloko memiliki motor selalu dititipkan di Dukuh sebelah.

Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.
Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.

“Mau lewat pakai motor tidak bisa yah banyak yang nitip motor disini,” jelasnya.

Sementara satu di antaranya Ojek perahu Minarta mengatakan sudah hampir 5 bulan membuka jasa ojek perahu ini.

“Ini baru 5 bulanan, karena  jalannya tidak bisa dilalui pakek sepeda motor ,” ujarnya.

Sebelumnya pun ia hanya nelayan yang mencari ikan dan kerang di dekat Dukuh Timbulsloko.

Melihat jalan tertutup oleh air rob pun, dirinya bersama-sama warga Dukuh Timbulsloko pun sepakat untuk membuka jasa ojek perahu untuk jadi transportasi.

Dia menuturkan bahwa hasil dari ojek perahu yang dikenakan Rp 5000 ribu perorang itupun akan diberikan kepada masyarakat kembali untuk bisa membangun akses jalan.

Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.
Perahu yang dipakai oleh rombongan Polres Demak saat ingin memberikan bantuan kepada masyarakat Dukuh Timbulsloko Kabupaten Demak beberapa waktu lalu. 

“Hasilnya untuk kepentingan jalan jembatan jalan kampung ,” kata Minarta.

Tarif itu pun lanjutnya, tidak akan dikenakan kepada anak-anak yang hendak sekolah.

“Jemput anak gratis, kalau pekerja orang tua bayar 5000 ribu kalau anak sekolah gratis, tiap hari ,” jelasnya.

Dengan pendapatan seperti itu pun, dia hanya bisa berharap terbangunannya jembatan yang bisa menjadi akses jalan untuk untuk Dukuh Timbulsloko.