November 30, 2022
Jawa Tengah
Berita Jelajah

Penculikan Bocah di Banjarnegara, Ternyata Ini Fakta yang Terkuak Dibaliknya

 BANJARNEGARA – SP (40) diamankan polisi karena menculik bocah kelas 2 SD di Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. SP ditangkap di rumah orangtuanya di Desa Binorong, Kecamatan Bawang. Saat diperiksa polisi, SP mengaku kangen dengan anaknya. Sementara anaknya ikut dengan sang ibu yang telah cerai dengan SP. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama.

“Untuk motif karena kangen dengan anaknya. Dulu sempat menikah, namun sudah bercerai, dan anak bersama mantan istrinya,” kata dia saat dihubungi, Jumat (11/11/2022).

Korban ditemukan basah kuyup dan mengaku dikencingi Penculikan terjadi di Desa Bawang pada Kamis (10/11/2022) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu SP yang mengendarai motor menanyakan alamat kepada korban yang sedang bermain dengan teman-temannya. Menurut Kepala Desa Bawang, Galih, pelaku bertanya alamat nenek korban.

Lalu pelaku pun membonceng korban dengan motor untuk pergi ke rumah nenek korban. Bukannya dibawa ke rumah sang nenek. Korban dibawa pergi pelaku. Belakangan diketahui pelaku membawa korban ke arae persawahan di Desa Pucang yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumahnya.

Kabar korban yang diculik pun menggegerkan warga desa dan pencarian pun dimulai.  Hingga akhirnya korban ditemukan di lapangan Desa Blater, Kecamatan Bawang.

“Anak itu menghentikan orang agar diantar pulang. Anehnya, anak itu tidak memakai celana dan bajunya basah,” ungkap Galih.

Sementara itu Kapolsek Bawang Iptu Edy Widya Pramono mengatakan korban mengaku basah kuyup karena dikencingi pelaku.

“Saya tanya (korban) ketika sampai di sawah disuruh ngapain? katanya disuruh telanjang, kemudian disuruh duduk, dan dikencingi,” kata Edy saat dihubungi, Jumat (11/11/2022).

Usai melakukan perbuataan tersebut, kata Edy, SP kemudian memberikan uang kepada korban sebanyak Rp 5.000.

“Setelah itu dikasih uang Rp 5.000, terus ditinggal pergi. Ketika ditinggal itu, korban minta tolong sama warga yang melintas, kemudian diantar anggota kami ke rumahnya,” ujar Edy.

Edy mengatakan, sejauh ini tidak ada indikasi pelecehan seksual yang berakibat fatal. “Sejauh ini hanya itu, tidak sampai menjurus ke hal-hal yang bersifat fatal,” jelas Edy.

Ia mengatakan identis pelaku terungkap berkat rekaman CCTV.

“Ada petunjuk karena Bawang adalah desa digital, setiap sudut gang atau jalan dipasang CCTV, itu memudahkan kami. Melalui sepeda motor yang dipakai bisa teridentifikasi,” ujar Edy.

Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama mengatakan SP diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itu diperkuat dengan adanya surat dari Rumah Sakit Jiwa Magelang dan Rumah Sakit Emanuel Banjarnrgara. SP sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Magelang pada tahun 2013 silam.

“Diagnosa dokter mengalami skizofrenia,” ujar Thio.