Sukoharjo – Harga beras, daging ayam dan cabai turun pada awal puasa Ramadan. Penurunan harga terjadi selain karena petani sudah panen, juga pengaruh penyediaan stok barang oleh Pemkab Sukoharjo dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) sampai ditingkat desa dan kecamatan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Iwan Setiyono, Kamis (14/3) mengatakan, harga beras memasuki awal puasa Ramadan di Kabupaten Sukoharjo turun. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari program GPM yang dijalankan Pemkab Sukoharjo menyasar sampai ditingkat desa dan kecamatan.

Harga beras sebelumnya menyentuh angka Rp 17.000 per kilogram untuk jenis premium dan Rp 16.000 per kilogram jenis medium. Namun memasuki awal puasa Ramadan ini turun menjadi Rp 15.500 per kilogram untuk jenis premium dan Rp 14.000 per kilogram jenis medium.

Harga beras diharapkan kembali turun sampai Lebaran mendatang. Sebab pada bulan Maret ini petani disejumlah wilayah sudah melakukan panen padi musim tanam I (MT I). Hasil panen padi diharapkan mampu menambah stok pangan beras dipasaran.

“Harga beras sudah turun. Untuk beras jenis medium sekarang dijual pedagang Rp 14.000 per kilogram. Mudah-mudahan sampai Lebaran nanti bisa kembali turun karena bulan Maret ini petani sudah ada yang panen padi MT I,” ujarnya.

Diskopumdag Sukoharjo memantau penurunan harga beras setelah menurunkan petugas melihat langsung stok di pedagang disemua pasar tradisional. Penurunan harga pada awal puasa Ramadan sekarang juga terjadi pada bahan pokok pangan lainnya yakni daging ayam dan cabai.

Harga daging ayam yang sebelumnya sempat naik tertinggi pada angka Rp 42.000 per kilogram maka sekarang turun menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai juga turun secara berangsur setelah petani panen.

Harga cabai merah besar teropong turun Rp 8.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 68.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 per kilogram. Sedangkan tiga jenis cabai lainnya harganya masih stabil. Harga cabai merah keriting Rp 55.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 55.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 42.000 per kilogram.

“Harga daging ayam juga turun setelan ada tambahan pasokan dari peternak ayam ke pedagang. Harga cabai juga turun,” lanjutnya. (Mam)

Diskopumdag Sukoharjo pada puasa Ramadan ini juga berencana akan menggelar GPM lagi disejumlah tempat ditingkat desa dan kecamatan. Namun untuk sementara pelaksanaan GPM tetap dipusatkan setiap hari Jumat di halaman kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Sukoharjo.

“GPM digelar tidak hanya menyediakan beras saja. Namun juga bahan kebutuhan pokok lainnya disediakan untuk masyarakat,” lanjutnya.

Diskopumdag Sukoharjo mencatat daftar harga kebutuhan pokok lainnya pada awal puasa Ramadan seperti gula pasir Rp 17.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 15.300 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp 17.000 per liter dan minyak goreng kemasan sederhana Rp 15.000 per liter, daging sapi Rp 110.000 per kilogram, telur ayam Rp 30.000 per kilogram, bawang merah Rp 30.000 per kilogram, bawang putih jenis sin chung Rp 34.000 per kilogram, bawang putih jenis kating Rp 40.000 per kilogram dan bawang bombay Rp 30.000 per kilogram.

Iwan Setiyono mengatakan, kebutuhan pangan masyarakat saat ini sudah terpenuhi setelah stok beras, gula pasir dan minyak goreng habis terjual dalam kegiatan GPM disejumlah desa dan kecamatan beberapa hari lalu. Masyarakat dipastikan sudah membeli sesuai dengan kebutuhan pangan keluarga di rumah.

“Stok beras, gula pasir dan minyak goreng habis terjual dalam GPM. Masyarakat sekarang sudah punya cukup stok pangan minimal pada awal puasa Ramadan ini,” lanjutnya.

Bahan pokok pangan yang sudah dibeli tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada awal puasa Ramadan. Pemkab Sukoharjo terus memantau stok dan harga kebutuhan pokok pangan di pasaran. Hal ini untuk memastikan tidak ada kendala dimana stok mencukupi dan harga terjangkau masyarakat.

“Kami terus pantau stok dan harga pokok pangan dipasaran. Mudah-mudahan tidak ada gejolak. Sebab penyediaan pangan murah terus dilakukan pemerintah salah satunya GPM. Apabila mendesak nanti juga akan disiapkan Operasi Pasar (OP) murah bahan pokok pangan,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo menyasar sejumlah desa dan kecamatan untuk digelar GPM. Kegiatan digelar di halaman balai desa dan halaman kantor kecamatan.

GPM tersebut sengaja menyasar di desa dan kecamatan dengan maksud mendekatkan penyediaan bahan pokok pangan ke masyarakat. Selain barang yang tersedia banyak, juga dijual dengan harga murah

“GPM secara rutin sudah digelar di halaman kantor MPP Sukoharjo setiap hari Jumat. Sekarang ditambah dengan GPM ditingkat desa dan kecamatan. Kami menyasar ke wilayah untuk mempermudah masyarakat mendapat bahan kebutuhan pokok pangan dengan harga murah,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo melihat penting dilakukan GPM sampai menyasar desa dan kecamatan. Sebab perkembangan sekarang harga kebutuhan pokok pangan menjelang puasa Ramadan mengalami peningkatan. Tingginya harga berdampak pada masyarakat yang keberatan.

sumber : krjogja.com

 

Polres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo Sigit, AKBP Sigit, Kabupaten Sukoharjo, Pemkab Sukoharjo, Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Jawa Tengah, Jateng