September 30, 2022
Jawa Tengah
Berita Current Issue Headlines Indepth Jelajah Wawancara

Radius Penularan PMK Capai 10 Kilometer, Sembilan Pasar Hewan di Banjarnegara Ditutup

BANJARNEGARA – Radius penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 10 kilometer. Untuk mencegah penularan, seluruh pasar hewan yang berjumlah sembilan di Kabupaten Banjarnegara di tutup. Selain itu dilakukan pembatasan lalu lintas ternak.

Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Herrina Indri Hastuti mengatakan PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan radius penularannya mencapai 10 kilometer. Dikatakan, PMK bisa menular melalui udara, kontak hewan ternak dengan manusia maupun antar ternak.

Saat ini juga dilakukan pembatasan masuknya sapi dari luar daerah. “Pembatasan lalu lintas ternak. Karena menjadi awal mula PMK masuk ke Kabupaten Banjarnegara. Kita sudah bekerja sama dengan jajaran Kepolisian untuk melakukan pembatasan lalu lintas ternak,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini seluruh daerah diwaspadai. “Begitu masifnya penularan, jadi kita tidak mengebutkan dari darah tertentu saja. Dari yang ditemukan awal, terindikasi dari Jawa Timur. Seluruh daerah harus diwaspadai,” ungkapnya.

Ia mengatakan untuk saat ini populasi sapi di Banjarnegara lebih dari 30 ribu. Penularan PMK bisa melalui udara. “Jadi radiusnya cukup luas, sampai 10 kilo kalau dari titik sudah ada kasus,” terangnya.

Herrina menjelaskan tingkat kematiannya relatif kecil, tapi tingkat penyebarannya cepat.“Dampaknya kerugian ekonomi peternak. Kematian relatif kecil lima persen,” terangnya.

Namun akan lebih tinggi jika tidak ditangani dengan tepat. Kematian terutama pada ternak yang masih kecil dan bobot besar. Sebab ternak harus menanggung beban berat badannya. Sebab PMK selain menyerang mulut, juga kaki.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Totok Setya Winarna mengatakan salah satu langkah antisipasi yaitu menutup sembilan pasar hewan yang ada di Banjarnegara. Tiga dikelola oleh Pemkab Banjarnegara dan enam pasar hewan dikelola oleh desa.

“Salah satunya kita buat surat edaran untuk penutupan selama 14 hari kali dua,” kata dia.

Dijelaskan, PMK disebabkan virus dan sampai saat ini belum ada obatnya.