September 27, 2022
Jawa Tengah
Berita Current Issue Headlines Indepth Jelajah Wawancara

Rekayasa Arus Mudik, Polda Jateng Akan Lakukan One Way Lokal

Magelang – Polda Jateng akan melakukan rekayasa arus lalu lintas jika terjadi kepadatan arus mudik lebaran 2022. Di antaranya dengan melakukan sistem one way lokal.

“Khusus Polda Jawa Tengah antara Kalikangkung, Banyumanik, Bawen itu juga dilakukan antisipasi karena kemungkinan aglomerasi yang dari Solo, Jogja, termasuk dari Ambarawa nanti akan ketemu di Bawen,” kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Agus Suryo Nugroho kepada wartawan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2022 di Alun-Alun Kota Magelang, Jumat (22/4/2022).

“Maka dari itu, ketika kebangkitan arus atau jumlah arus meningkat kita akan lakukan one way. One way lokal tentunya kami harus koordinasi dengan Korlantas,” ujar Agus.

Agus mengatakan jumlah pemudik menuju Jawa Tengah sebagaimana hasil survei diperkirakan mencapai 23,5 juta orang dari total jumlah pemudik nasional yakni 85 juta. Sementara untuk jumlah kendaraan yang akan masuk Jateng masih dikalkulasi.

“Sehingga lonjakan atau bangkitan arus ini sudah diantisipasi. Karena ada 5 jalur itu, kami merekomendasikan untuk dilewati baik itu tol, jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan dan jalur selatan selatan,” ujarnya.

Selain itu Polda Jateng juga melakukan antisipasi lonjakan arus di jalur perkotaan. Terutama setelah dilakukan one way di arah keluar menuju Krapyak.

“Ketika arus kebangkitan dari one way dari Kalikangkung, Krapyak pun sudah kita rekayasa. Mungkin akan kita lakukan contraflow,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan pihaknya telah menambah rambu-rambu portable untuk arus mudik. Kemudian untuk kondisi jalan di wilayah Jawa Tengah telah siap dilalui para pemudik.

“Kondisi jalan keseluruhan di Jawa Tengah sudah siap untuk arus mudik maupun balik nanti. Jadi prinsipnya semuanya sudah siap dan H-10 semua pekerjaan sudah berhenti,” kata Henggar.

“Jumlah rambu portable kurang lebih sekitar 400-an, bahkan lebih dari itu. Yang terakhir identifikasi kaitan penambahan papan penunjuk arah. Jadi di situ banyak yang diimbau peringatan dan lain sebagainya,” pungkasnya.