Oktober 7, 2022
Jawa Tengah
Berita Current Issue Headlines Indepth Jelajah Wawancara

Sekjen DPP GMNI Apresiasi Keberhasilan Pemerintah dan Polri Soal Mudik Lebaran dan Arus Balik 2022

Jakarta – Sejak masuknya pandemi covid-19 pada pertengahan tahun 2020, pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat oleh pemerintah. Dua tahun lamanya masyarakat menahan rindunya untuk bertemu dengan keluarga, akibat dari peniadaan mudik, dalam rangka menahan laju penyebaran covid-19, serta demi kepentingan masyarakat Indonesia agar tidak terpapar virus tersebut.

Kendati demikian, Mudik lebaran dan arus balik 2022 era Pemerintahan Presiden Republik Indonesia periode kedua Joko Widodo, menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia untuk melepaskan kerinduannya bertemu dengan keluarga di kampung diberbagai daerah.

Dalam hal ini, melalui langkah strategis kinerja dari Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dibawah pimpinan Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dinilai efektif dan efisien dalam pelaksanaan mudik lebaran dan arus mudik 2022. Pasalnya, kolaborasi kinerja antara pemerintah dan kepolisian dapat mengurai kemacetan bagi pengendara, yang sebelumnya menjadi kegelisahan pemudik pada tahun ini.

Sehingga, keberhasilan kinerja dari beberapa stakeholder, salah satunya yakni Korps Bhayangkara. Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Muhammad Ageng Dendy Setiawan, menilai bahwa kinerja Polri menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat yang hendak mudik harus diapresiasi. Pasalnya, pelayanan yang diberikan oleh Polri dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Berdasarkan informasi yang didapatkan yakni jalan tol sepanjang 2.500 km bakal dioperasikan pada momentum lebaran mudik dan arus balik 2022, teresdiannya rest area, dibukanya posko untuk beristirahat, serta penguraian lalu lintas agar tidak terjebak macet, sebagaimana pelayanan dari kepolisian, layak diapresiasi “ungkap sekjen DPP GMNI, M. Ageng Dendy Setiawan pada 12 Mei 2022.

Salah satunya langkah strategis yang solutif yakni penerapan sistem rekayasa lalu lintas dengan menerapkan one way (satu arah), kebijakan ganjil genap, lawan arus (contraflow), dalam rangka mengurangi kemacetan di jalan raya.

Alasannya, menurut Ketua GMNI Jawa Timur periode 2016 – 2018, berdasarkan informasi yang didapatkan, mudik lebaran dan arus balik 2022, dikabarkan terdapat puluhan juta pekerja pendatang yang hendak pulang kampung. Ia menduga bahwa pemudik tahun ini tergolong berat jika di komparasikan dengan tahun – tahun sebelumnya.

Selain itu, keberhasilan dari kinerja dari kepolisian, tidak terlepas dengan didukungnya infrastruktur pembangunan yang terintegrasi diera Presiden Jokowi, seperti halnya pembangunan akses jalan raya seperti tol, pelebaran jalan raya, didukungnya transportasi umum yang murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat.

“beberapa temuan informasi yang diberitakan oleh media massa melalui beberapa titik ruas jalan tol, melalui kerjasama tim pihak kepolisian dibawah kepemimpinan Jendral Listyo Sigit Purnomo, dapat terurai dengan baik, sehingga penguraian kemacetan tersebut dapat dirasakan oleh pemudik untuk segera bertemu dengan keluarga di kampungnya”, ucapnya.

Sehingga, manajemen strategi rekayasa lalu lintas, pelayanan dan ketertiban bagi pemudik, dinilai berjalan lancar dan sukes. Oleh karena itu, beberapa kader GMNI seluruh Indonesia yang hendak mudik menuju kampung halamannya merasa terbantu. Kendati demikian, Dendy merasa berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang bekerja 24 jam dalam pengawalan mudik lebaran dan arus balik 2022.

“saya berterima kasih kepada pihak kepolisian, yang telah melaksanakan tugas dengan baik, melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia (anggota kepolisian) menunda sementara untuk bertemu keluarga dimomentum idul fitri 2022, demi melayani masyarakat yang hendak mudik”, pungkasnya.