Desember 3, 2022
Jawa Tengah
Berita Indepth Jelajah Wawancara

Selamat Tinggal Macet, Jalan Tol Semarang – Demak Seksi II Segera Digunakan untuk Umum

DEMAK – Saatnya bilang selamat tinggal macet, ya itulah yang jika jalan tol Semarang – Demak mulai beroperasi.

Kehadiran jalan tol ini sudah lama dinantikan bagi pengendara arah pantura.

Jalan tol Semarang-Demak seksi II mulai dari Sayung hingga Demak direncanakan akan diresmikan pada 25 November mendatang.

Hingga saat ini progres pembangunan jalan tol sepanjang 16,31 kilometer tersebut telah mencapai 98 persen.

Adapun 2 persen tersisa berupa pengerjaan gardu exil tol yang berada di dekat jalur lingkar selatan Demak Kota.

“Kami masih fokus menyelesaikan yang dua persen, yakni pembangunan exit tol di Wonosalam dekat jalan lingkar,

kemudian pemasangan rambu-rambu, serta lampu penerangan yang akan dipasang 18 november,”

kata Humas PT PP Semarang–Demak Seksi II, Robby Sumarna saat mendampingi

Kasatlantas Polres Demak AKP Gargarin bersama yang melakukan peninjauan ke exit tol tersebut.

Robby Suwarna menuturkan, sebelumnya jalan tol sedianya diresmikan pada 28 Oktober lalu.

Akan tetapi karena terdapat tiga titik yang mengalami ambles maka perlu dilakukan perbaikan.

Titik jalan yang ambles dikarenakan terjadi penurunan tanah

dan ada yang tidak sesuai desain sehingga memerlukan waktu untuk diperbaiki.

Perbaikan dilakukan dengan cara mengganti konstruksi baru agar lebih kuat.

“Tetapi saat ini sudah berhasil diperbaiki semua. Konstruksinya pun sesuai desain,” terang Robby.

Kasatlantas Polres Demak AKP Gargarin menambahkan, bila jalan tol tersebut sudah difungsikan maka dapat mengurai kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di jalan Pantura Demak seiring pembangunan jembatan Wonokerto.

Menurutnya, proses pembangunan jembatan Wonokerto ditarget selesai Maret tahun depan, yang berarti potensi ketersendatan arus masih lama.

Namun dengan berfungsinya jalan tol Semarang-Demak seksi II dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura Wonokerto.

Adapun peninjauan di jalan tol tersebut, lanjut Gargarin dimaksudkan untuk melihat secara langsung jalur tol.

Sekaligus guna menentukan mekanisme pengamanan dan penanganan jika terjadi laka lantas.

“Karena ini masuk wilayah Kabupaten Demak tentu jika terjadi kecelakaan lalu lintas, maka ditangani Satlantas Polres Demak bersama satuan PJR Polda Jawa Tengah,” terang Kasatlantas.

Jalan tol Semarang Demak ini juga terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang dan berfungsi untuk penahan banjir rob.

Selain itu juga jalan tol ini memberikan akses yang mudah menuju Kota Demak,

dan tentunya dapat meningkatkan interaksi ekonomi, meningkatkan pariwisata hingga mendukung kelancaran arus logistik dari Barat ke Timur, dari Jawa Timur ke Jawa Tengah hingga ke DKI Jakarta.

Jalan tol Semarang  Demak memiliki total panjang 26,7 km dan terbagi menjadi dua seksi.

Seksi 1 (Semarang – Sayung) sepanjang 10,69 Km yang merupakan porsi Pemerintah dan saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan untuk dilanjutkan konstruksinya.

Seksi 2 (Sayung – Demak) sepanjang 16,31 Km merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak.