November 27, 2022
Jawa Tengah
Berita Headlines Jelajah

Targetkan Stunting 14 Persen pada 2024, Pemkab Banjarnegara Gelar Evaluasi Audit Kasus Stunting

BANJARNEGARA – Kabupaten Banjarnegara menargetkan menurunkan stunting di angka 14 persen pada 2024 sesuai dengan amanat Perpres Nomor 72 tahun 2021.

Padahal, prevalensi stunting Kabupaten Banjarnegara sebesar 21,26 persen pada Agustus 2022.

Dalam upaya mempercepat penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melakukan evaluasi audit kasus stunting.

Kegiatan berlangsung di Surya Yudha Sport Center, Rejasa Banjarnegara, Senin (14/11/2022).

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Drs. Indarto, M.Si dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia pada 2045.

Indarto mengatakan bahwa stunting menjadi tantangan sekaligus permasalahan serius yang perlu ditangani dengan solusi tepat.

Selaku Ketua Tim Perencanaan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjarnegara, Indarto mengingatkan bahwa prevalensi stunting Kabupaten Banjarnegara sebesar 21,26 persen pada Agustus 2022.

Angka tersebut masih tinggi jika dibanding dengan target sebesar 14 persen pada tahun2024.

“Dengan audit kasus stunting diharapkan dapat mengetahui penyebab terjadinya kasus stunting, sehingga dapat dilakukan pencegahan serta dilakukan perbaikan tata laksana penanganan kasus yang ada,” jelas Indarto.

Kegiatan audit kasus stunting di Banjarnegara tidak lepas dari permasalahan, namun Indarto mengajak untuk berkomitmen yang kuat serta berperan aktif dalam program percepatan penurunan stunting.

“Kita harus memupuk jiwa dan semangat konvergensi, tidak ada ego sektoral. Yang ada hanyalah jiwa gotong royong dalam upaya percepatan penurunan stunting,” kata Indarto.

Indarto menambahkan masalah data sebagai sumber perencanaan dan kebijakan yang harus mendapatkan perhatian serius, baik dalam proses pengumpulan, verifikasi, validasi maupun proses pelaporan.

“Dengan itu semua, target angka stunting 14 persen pada tahun 2024 di Kabupaten Banjarnegara dapat mudah dicapai, bahan bisa lebih rendah dari itu,” pungkasnya.