September 30, 2022
Jawa Tengah
Berita Current Issue Indepth Jelajah

Warga Sukoharjo Ditangkap Densus 88 Seorang Dokter, Ketua RT: Orangnya Tertutup, Tidak Pernah Bayar Iuran

Sukoharjo – Warga berinisial S (54) terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror di Dukuh Cendono, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Teduga pelaku diketahui seorang dokter yang tinggal di RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Sukoharjo.

Namun dari Kartu Tanda Penduduk (KTP)nya itu warga RT 01 RW 07 Dukuh Bangunsari, Kelurahan Gayam.

“Yang saya tahu pekerjaannya itu dokter. Saya tidak tahu bertugas di mana, kelihatan dokter umum,” ujar Ketua RT 03 RW 07 Dukuh Bangunsari Kelurahan Gayam, Bambang Pujiana E.W saat ditemui, Kamis (10/3/2022).

Bambang menjelaskan, sepanjang menjabat sebagai Ketua RT sejak 2019 lalu, saat ada pertemuan warga, S tidak pernah ada atau sosialisasi. Warga terduga teroris ini tinggal di wilayah RT 03 RW 07 sudah cukup lama.

“Tidak pernah datang, tidak pernah sosialisasi dengan warga lain. Saya tidak tahu alasannya apa. Orangnya itu tertutup dan diam,” katanya.

Diakuinya, tidak pernah ngobrol dan saling sapa dengan yang bersangkut. Ketemunya itu biasanya saat di masjid dan itupun tidak saling sapa, selesai shalat langsung pulang.

“Tidak pernah ngobrol, ketemunya malah di masjid dan memang rutin ke masjid. Biasanya saya ketemunya itu pas shalat maghrib dan isya,” ungkap dia.

Menurutnya, warga lain juga tidak pernah bersosialisasi dengan yang bersangkutan. Saat ada kegiatan kerja bakti pun sama sekali tidak pernah datang.

Ia juga tidak mengumpulkan KTP atau Kartu Keluarga (KK) ke RT. Karena harusnya itu setiap warga mengumpulkan data identitas diri.

“Iuran warga untuk kegiatan pun sama sekali tidak pernah membayar. Bisa tanya ke bendahara RT. Ia juga tidak saya masukan ke grup Wa warga,” imbuhnya.

Di sini, ia tinggal bersama istri dan keempat anaknya yang sudah besar.  Tempat praktek dikediamannya pun tampaknya sepi, tidak ramai pasien yang datang.

“Istrinya juga sama-sama tidak mau berkomunikasi. Saya juga belum ketemu keluarnya soal kejadian ini,” sambung dia.

Bambang sendiri tidak mengetahui kejadian yang menimpa salah satu warganya kemarin malam. Karena tidak diberi tahu soal penangkapan dan kronologisnya bagaimana.

“Saya tidak tahu. Saya tahunya itu baru tadi siang. Saya waktu itu ada acara terus ditelpon oleh Babinkamtibmas dan diminta untuk pulang. Saya tanya ada apa, terus dikasih tahu kalau yang bersangkutan ditangkap Densus 88,” jelasnya.

“Sampai sekarang saya juga belum dimintai keterangan soal itu oleh kepolisian. Saya hanya diminta untuk mengirim foto copy KTP,” pungkas dia.